Bupati H. Herman, SE, MT Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Stunting
Tembilahan, -Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, SE, MT menegaskan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam upaya penanganan stunting. Hal tersebut dikatakannya saat membuka kegiatan Publikasi Stunting Advokasi lintas Sektor Dalam Rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bappeda Inhil, Tembilahan, Jumat, (28/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj. Katerina Susanti, SKM., M.Kes., yang juga memimpin Gerakan Indragiri Hilir Atasi Stunting (GINTAS), Asisten I Setdakab Inhil, para kepala OPD, tim Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Provinsi Riau.
Bupati H. Herman dalam sambutannya mengatakan, “Penanganan stunting merupakan agenda prioritas nasional yang menuntut kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi menjadi persoalan strategis yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan daerah.”

“Kita patut bersyukur karena prevalensi stunting di kabupaten indragiri hilir cendrung mengalami penurunan berdasarkan data studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 : 28,4%, SSGI tahun 2022 : 28,5%, survei kesehatan indonesia (ski) tahun 2023 : 18,8 % dan ssgi tahun 2024 : 25%.

“Melalui kesempatan ini saya menghimbau mari kita mewujudkan generasi sehat untuk masa depan yang hebat, kita bersama-sama melakukan pencegahan percepatan penurunan stunting, dengan pemberian imunisasi dasar pada balita yang belum mendapat imunisasi rutin dasar dilakukan zero dose,”lanjut bupati
“Dan Alhamdulilllah, ketua tim penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir dan dinas kesehatan, mendapatkan penghargaan atas komitmen dan dukungan nyata dalam upaya penurunan angka anak dengan zero dose di kabupaten Indragiri Hilir dengan capaian 95%. Pungkasnya

