Bupati Inhil Pimpin Rakor Mitigasi Bencana, Pengendalian Inflasi, dan Kesiapan Nataru 2026

0
IMG-20251219-WA0312

Tembilahan – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT memimpin Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden RI terkait mitigasi bencana hidrometeorologi, pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta kesiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026. Rapat berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025, di Aula Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir.

Rapat dibuka langsung oleh Bupati dan dihadiri Ketua DPRD serta unsur Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir, Sekretaris Daerah beserta staf ahli dan asisten, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Inhil, pimpinan instansi vertikal seperti BPS, Bulog, BMKG, dan Pertamina, serta tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kondisi geografis Indragiri Hilir yang rawan banjir, rob, dan erosi pantai menuntut kesiapsiagaan serta langkah mitigasi bencana yang terencana dan berkelanjutan. Menindaklanjuti arahan Presiden RI, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim, mempercepat penanganan bencana, serta memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak, khususnya masyarakat miskin, tepat sasaran.

Bupati juga menyampaikan tindak lanjut arahan Plt. Gubernur Riau, antara lain pengaktifan posko bencana 24 jam, pelaksanaan apel kesiapsiagaan secara rutin, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul, pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) secara optimal, serta pelaporan kondisi bencana secara real time kepada pemerintah provinsi. Selain upaya teknis, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual menghadapi potensi bencana.

Terkait kesiapan Natal dan Tahun Baru 2026, Bupati menekankan pentingnya jaminan keamanan, layanan kesehatan yang inklusif, stabilitas pasokan dan harga pangan, kelayakan serta keselamatan transportasi, serta peningkatan mitigasi risiko bencana, khususnya di wilayah rawan dan daerah terdampak bencana.

Dalam aspek pengendalian inflasi, Bupati mengungkapkan bahwa inflasi year on year Tembilahan pada November 2025 tercatat sebesar 5,57 persen. Inflasi tersebut didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas cabai merah dan daging ayam ras, yang dipengaruhi faktor cuaca, bencana di daerah pemasok, serta meningkatnya permintaan.

Menutup sambutannya, Bupati berharap rapat koordinasi ini mampu menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan bencana, inflasi, dan perayaan HBKN, demi terwujudnya Kabupaten Indragiri Hilir yang aman, sejahtera, dan kondusif.

Bagikan melalui :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *