Tutup Pelatihan Pembina PMR Inhil 2026, Katerina Susanti Herman Dorong Penguatan Karakter dan Jiwa Kemanusiaan
Tembilahan – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herman, secara resmi menutup Pelatihan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026, Kamis (15/10/2026) siang, di Aula Hotel Tembilahan Pratama.

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus PMI Kabupaten Inhil, para fasilitator, Kepala Unit Donor Darah (UDD), Kepala Markas, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta pelatihan pembina PMR.
Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Ketua PMI Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Katerina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pelatih, serta peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan selama enam hari dengan penuh disiplin, semangat, dan dedikasi.
Ia menegaskan bahwa PMR merupakan salah satu aset penting PMI dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan sekaligus menyiapkan generasi relawan masa depan. Karena itu, keberhasilan pembinaan anggota PMR di sekolah sangat bergantung pada peran pembina dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.
Melalui pelatihan ini, para pembina diharapkan memiliki pemahaman kepalangmerahan yang komprehensif, mampu menerapkan metode pembinaan yang partisipatif dan menyenangkan sesuai tingkatan PMR Mula, Madya, dan Wira, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama antar pembina.

Katerina juga berpesan agar para pembina menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing dengan menjadikan PMR sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan yang berintegritas, empati, solidaritas kemanusiaan, pola hidup sehat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Jadikanlah PMR di sekolah bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan laboratorium kehidupan bagi peserta didik untuk belajar tentang kepemimpinan, empati, solidaritas kemanusiaan, pola hidup sehat, dan kesiapsiagaan bencana,” pesannya.
Ia berharap para pembina PMR dapat menjadi pendamping sekaligus inspirasi bagi peserta didik dalam menumbuhkan semangat kepedulian, jiwa sukarela, dan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.

