Inhil Susun Dokumen Desain Proyek Karbon Mangrove, Potensi 131 Ribu Hektare
TEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Drs. H. Afrizal, MP, membuka Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Desain Proyek Karbon Mangrove Kabupaten Indragiri Hilir, Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Bapperida, Jumat (6/11/2026).

Turut hadir Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Mandah, Kepala Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perikanan, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kabag Tata Pemerintahan Setda, Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda, Camat Kateman, Camat Mandah, Camat Gaung, dan Camat Tanah Merah.
Hadir juga perwakilan Yayasan Mitra Insani, Yayasan Hutan Biru, dan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia.

Tim ahli dari Universitas Riau yang hadir yakni Prof. Dr. Ir. Efriyaldi, M.Si, Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, DEA, Prof. Dr. Mubarak, M.Si, dan Dr. Gusliana HB, SH., M.Hum.
Sementara tim surveyor dari Universitas Riau yakni Ilham Ilahi, S.Pi., M.Si, Nabila Afifah Azuga, S.Pi., M.Si, Mutiara Fitri, S.P., M.Si, dan Vina Rahmadhani, S.Pi.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten III Setda Inhil, disampaikan bahwa ekosistem mangrove memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat pesisir, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan, menghadapi perubahan iklim,

mengurangi emisi gas rumah kaca, serta mendukung pengembangan ekonomi rendah karbon.
Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi mangrove yang sangat besar, dengan luas mencapai lebih dari 131.658 hektare atau hampir 57 persen dari total kawasan mangrove di Provinsi Riau.
Potensi tersebut menjadi peluang strategis untuk dikembangkan melalui proyek karbon mangrove yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan pesisir, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Melalui FGD ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan masukan serta menyempurnakan dokumen perencanaan proyek.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga berharap kerja sama dengan Universitas Riau dapat menghasilkan kajian yang berkualitas, berbasis standar ilmiah, serta rekomendasi yang tepat dan sesuai dengan karakteristik wilayah Inhil.
