Wabup Yuliantini Pimpin Rapat TPPS, Perkuat Sinergi dengan Baznas untuk Percepatan Penurunan Stunting
Tembilahan – Wakil Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Indragiri Hilir, memimpin rapat TPPS yang digelar di Ruang Rapat Bapperida, Jalan Akasia, Jumat (5/6/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua TPPS tersebut membahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dengan Baznas Kabupaten Indragiri Hilir terkait sinergi program percepatan penanganan stunting. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala dan Sekretaris Bapperida, perwakilan Baznas Inhil, Dinas Kesehatan, serta Bagian Tata Pemerintahan Setda Inhil.
Selain membahas kerja sama antara Pemkab Inhil dan Baznas, rapat juga membicarakan sejumlah agenda strategis yang akan segera dilaksanakan, di antaranya peluncuran Si Besti (Stimulasi Integrasi Balita Risiko Stunting) dan Aplikasi Posyandu Satu Inhil. Kedua program tersebut direncanakan akan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bantuan Baznas serta peresmian jamban sehat bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Ketua TPPS Yuliantini menegaskan bahwa kerja sama yang akan dijalin harus memiliki dasar hukum yang kuat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Menurutnya, dana yang digunakan dalam program tersebut merupakan amanah umat yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Perjanjian kerja sama yang akan kita lakukan harus benar-benar dipersiapkan dengan baik. Kita tidak ingin ada permasalahan hukum di kemudian hari, mengingat dana yang digunakan merupakan dana umat. Karena itu, setiap kebijakan yang dibuat harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Yuliantini.

Ia juga menekankan bahwa upaya percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Baznas, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Menurutnya, berbagai program yang disiapkan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.
Melalui sinergi yang dibangun bersama Baznas dan seluruh stakeholder terkait, Yuliantini berharap angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dapat terus ditekan sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas untuk mendukung terwujudnya Indragiri Hilir yang berdaya saing, beradab, dan bermartabat.
Rapat ditutup dengan sejumlah kesepakatan teknis terkait penyusunan dokumen kerja sama, penentuan lokasi kegiatan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh program dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
