Wakil Bupati Inhil, Yuliantini Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

0
IMG-20260601-WA0132

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Inhil, Senin (01/06/2026).

Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Inhil, Yuliantini, S.Sos, M.Si dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Inhil, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Pejabat Eselon, Camat, ASN, personel TNI dan Polri, serta pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Tembilahan.

Momentum ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam menjaga dan menghidupkan kembali semangat Pancasila di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh makna, mencerminkan tekad bersama untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Dalam amanatnya saat membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi, Wabup Yuliantini menyampaikan, Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Lebih lanjut dikatakan Wabup, Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia,” ujar Wabup.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, lanjut Wabup, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tutup Wabup Yuliantini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *