Wabup Yuliantini bersama Ketua TP PKK Inhil Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Anak Stunting

0
WhatsApp Image 2026-10-09 at 16.11.18

Sungai Luar – Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Inhil, Yuliantini, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan rehabilitasi rumah, bantuan bagi penyelenggara jenazah, serta peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi keluarga anak stunting di Kantor Kepala Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Kepala Kantor Kementerian Agama Inhil, Ketua Baznas Inhil, jajaran Sekretariat TPPPS, para camat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa beserta pengurus TP-PKK.

Dalam sambutannya, Yuliantini menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, melainkan juga berkaitan erat dengan kualitas kesehatan, lingkungan tempat tinggal, dan masa depan generasi penerus di Kabupaten Indragiri Hilir.

Berdasarkan data yang disampaikan, angka balita stunting di Kabupaten Inhil masih mencapai 24 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, termasuk di Kecamatan Batang Tuaka yang memerlukan upaya penanganan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

“Stunting bukan hanya masalah makanan atau kemiskinan, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan sanitasi. Rumah yang tidak layak, lantai tanah, serta terbatasnya akses air bersih dan jamban sehat dapat menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Menurut Yuliantini, pembangunan rumah layak huni melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) merupakan salah satu bentuk intervensi dari hulu dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hunian yang layak, lingkungan yang bersih, serta akses sanitasi yang memadai diharapkan dapat mendukung kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas Inhil atas sinergi dan kepeduliannya dalam menyalurkan dana zakat masyarakat untuk membantu keluarga yang membutuhkan, sekaligus mendukung program penanganan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yuliantini mengimbau keluarga penerima manfaat agar menjaga kebersihan lingkungan rumah, memperhatikan kebutuhan gizi anak, serta memberikan pengasuhan dan perhatian yang optimal. Ia juga mendorong Baznas bersama OPD terkait untuk memperkuat integrasi program penanganan stunting melalui Sekolah Orang Tua Hebat, Dasawisma, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyediaan sanitasi dan jamban sehat.

Selain itu, kepada Dinas Sosial, ia menekankan pentingnya sinkronisasi dan verifikasi data berdasarkan desil kesejahteraan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, khususnya bagi keluarga yang memiliki balita stunting.

Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Baznas, camat, lurah, kepala desa, hingga kader PKK dan Posyandu. Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan menjadi kunci agar program penanganan stunting dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Yuliantini bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti Herman menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada Iskandar melalui program GELIBU sebesar Rp25 juta.

Selain itu, turut diserahkan bantuan bagi para penyelenggara jenazah, yang terdiri atas dua orang penggali kubur, dua orang pemandi jenazah laki-laki, dan dua orang pemandi jenazah perempuan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi keluarga anak stunting oleh Wakil Bupati Yuliantini bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti Herman dan para undangan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting, peningkatan kualitas hunian, dan penyaluran bantuan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *